Stratolaunch Carrier Aircraft, pesawat yang merupakan ide dari co-founder Microsoft Paul Allen serta founder Scaled Composites Burt Rutan, bakal menjadi yang terbesar di dunia. Proses pembuatannya dilakukan sejak 2011 di Ojave Air and Spaceport di California. Pada 2016 nanti, tes penerbangan kali pertama dilakukan.
Dua badan pesawat masing-masing memiliki panjang 72 meter. Ketika selesai nanti, pesawat itu bakal dilengkapi dengan 12 roda gigi utama untuk pendaratan dan dua roda di bagian depan. Ada enam mesin sekelas milik pesawat Boeing 747 yang akan mendukung Stratolaunch.
Namun, menjadi pesawat komersial memang bukan tujuan utama pembuatan Stratolaunch. Pesawat tersebut diharapkan bisa digunakan untuk meluncurkan satelit maupun membawa roket. Metode konvensional peluncuran roket biasanya dilakukan dari bumi.
Itu membutuhkan biaya yang cukup mahal. Nah, dengan adanya Stratolaunch nanti, peluncuran satelit bisa dilakukan dari udara dengan biaya yang jauh lebih murah.
Stratolaunch mampu terbang hingga ketinggian 30 ribu kaki dan meluncurkan satelit di luar atmosfer bumi. Dengan begitu, biaya bahan bakar untuk peluncuran dengan metode konvensional bisa dipangkas. Sistem di Stratolaunch ditujukan untuk mengirimkan satelit dengan berat hingga 6.124 kilogram ke orbit antara 112–1.243 mil di atas bumi.
Berdasar simulasi, satelit akan diletakkan di bagian tengah dua badan pesawat. Stratolaunch juga mampu meluncurkan pesawat luar angkasa Dream Chaser. Kemampuan Stratolaunch untuk meluncurkan objek dari berbagai lokasi juga menjadi daya tambah tersendiri.
0 komentar
Berkomentarlah dengan Bahasa yang Relevan dan Sopan.. #ThinkHIGH! ^_^